MATERI KOMUNIKASI DATA
Assalamualaikuim wr.Wb
Assalamualaikuim wr.Wb
Selamat
siang, selamat malam, dan selamat sore kawan-kawan , kali ini saya akan memperbaiki
dan melengkapi tulisan saya dengan tema
pembahasan komunikasi Data yang telah
saya posting tadi . jdi apa yang di
maksud dengan komunikasi data ? OK..di bawah ini saya akan menjelaskan dengan
detail dan lengkap tentang materi dan gambarnya. perhatikan dengan benar
ya.....jangan sampai salah maksud dari penjelasanya... jika ada kekeliuran
mohon kritik dan sarannya !!!! jangan lupa ajak temannya untuk membaca ini ya.......langsung
saja yuk mari kita simak pembahasan ini!!!
1.
Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi
Data merupakan
bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan
dengan transmisi atau pemindahan data antara
komputer- komputer, komputer dengan
piranti-piranti yang lain dalam bentuk data digital
yang dikirimkan melalui media Komunikasi
Data.
Gambar.
Komunikasi
Komunikasi
Data saat
ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena
telah diterapkan dalam berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer
yang populer dengan istilah internet, Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone, komputer atau handphone
ke perangkat lain misal:
printer, fax, telpon, camera video dll.
Model
Komunikasi data:
a. Komunikasi
data Simplex: satu arah
b. Komunikasi
data Half Duplex: Dua arah bergantian
c. Komunikasi
data Full Duplex : Dua arah bisa bersamaan
1.1 Komponen Komunikasi Data
a. Pengirim, adalah piranti yang
mengirimkan data, berupa
komputer, alat lainnya seperti
b. handphone,
video kamera, dan lainnya yang sejenis.
c. Penerima, adalah piranti yang
menerima data, juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera, dan lainnya
yang sejenis.
d. Pesan / Data, adalah informasi yang
akan dipindahkan bisa berupa apa saja,
teks, angka gambar, suara, video, atau kombinasi dari semuanya.
e. Media pengiriman, adalah media atau
saluran yang digunakan untuk
mengirimkan data, bisa berupa
kabel, cahaya maupun gelombang
magnetik.
f. Protokol, adalah aturan-aturan
yang harus disepakati oleh dua atau lebih
alat untuk dapat saling berkomunikasi. Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling
terhubung tetapi tidak dapat
saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat diterima oleh alat yang dituju.
2. Media Pengiriman data
2.1 Media yang terpandu
·
Kabel Twisted
Pair: Kabel
berpasangan, ada yang pasangan tunggal dan banyak pasangan.
·
Kabel Coaxial:
Kabel
yang terdiri dari 2 konduktor: 1 konduktoor didalam, 1 konduktor diluar
melingkupi yang di dalam. Kedua dipisahkan oleh isolator, dan terbungkus karet pembungkus.
·
Optical fiber:
Kabel
yang terbuat dari kaca yang menyalurkan cahaya sebagai pembawa sinyal.
2.2 Media yang tidak terpandu
·
Wireless: Media
pengiriman data menggunakan medium udara sebagai media penyaluran sinyal elektromagnetik.
3. Perbedaan Sinyal/Isyarat Analog Dengan Digital
3.1 Sinyal Analog
Sinyal
analog adalah sinyal data dalam
bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah
karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki
oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan
dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk
isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis
fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang
sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh,
tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal
analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar,
yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.
·
Amplitudo merupakan
ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
·
Frekuensi adalah
jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
·
Phase adalah
besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.
3.2 Sinyal Digital
Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang
tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua
keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi
transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya
sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua
keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal
digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk
sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4
(22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang
terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.
4. Protokol
Protokol adalah sebuah aturan yang
mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer,
misalnya mengirim pesan, data,
informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi
penerima agar komunikasi dapat
berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut
berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada
masalah koneksi listrik. Standar protokol yang terkenal yaitu OSI (Open
System Interconnecting) yang ditentukan oleh ISO (International Standart
Organization).
4.1 Komponen Protokol
1. Aturan atau prosedur
Mengatur pembentukan/pemutusan hubungan Mengatur proses transfer data
2. Format atau bentuk representasi pesan
3.
Kosakata (vocabulary) Jenis pesan dan makna masing-masing pesan
4.2 Fungsi Protokol
Secara umum fungsi dari protokol
adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan sisi penerima dalam berkomunikasi
serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar.
Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut:
·
Fragmentasi dan reassembly: Fungsi
dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim
menjadi beberapa paket data pada
saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi
penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.Encaptulation:
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang
dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
·
Connection control: Fungsi
dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi
penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal
pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
·
Flow control: Berfungsi
sebagai pengatur perjalanan datadari sisi pengirim ke sisi penerima.
·
Error control: Dalam
pengiriman data tak lepas dari
kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error
control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
·
Transmission service: Fungsi
dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan
keamanan serta perlindungan data.
4.3 Susunan Protokol
Protokol jaringan disusun oleh dalam bentuk lapisan-lapisan (layer).
Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi
rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama, isi dan fungsi setiap layer
berbeda-beda. Akan tetapi tujuan dari setiap layer ini adalah memberi layanan
ke layer yang ada di atasnya. Susunan dari layer ini menunjukkan tahapan dalam
melakukan komunikasi. Antara
setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukan
layanan layer yang di bawah kepada layer yang di atasnya. Pada saat merencanakan
sebah jaringan, hendaknya memperhatikan bagaimana menentukan interface yang
tepat yang akan ditempatkan di antara dua layer yang bersangkutan.
4.4 Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO
(International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut
dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk
tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing
menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1. Application Layer: interface
antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Kelompok
aplikasi dengan jaringan:
a.
File transfer dan metode akses
b.
Pertukaran job dan manipulasi
c.
Pertukaran pesan
2.
Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
a. Negosiasi
sintaksis untuk transfer
b. Transformasi
representasi data
3. Session
Layer: membagi presentasi data ke
dalam babak-babak (sesi)
a. Kontrol
dialog dan sinkronisasi
b. Hubungan
antara aplikasi yang berkomunikasi
4.
Transport Layer:
a. Transfer
pesan (message) ujung-ke-ujung
b. Manajemen
koneksi
c. Kontrol
kesalahan
d. Fragmentasi
e. Kontrol
aliran
5.
Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
a. Routing
b. Pengalamatan
secara lojik
c. setup
dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
6.
Data-link Layer: pengiriman
data melintasi jaringan fisik.
a. Penyusunan
frame
b. Transparansi
data
c. Kontrol
kesalahan (error-detection)
d. Kontrol
aliran (flow)
7.
Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan
sinyal data.
5. Router, Bridge dan Repeater
5.1 Router
Router adalah merupakan piranti yang menghubungkan dua buah
jaringan yang berbeda tipe maupun protokol. Dengan router dapat dimungkinkan
untuk :
·
Menghubungkan sejumlah jaringan yang
memiliki topologi dan protokol yang berbeda.
·
Menghubungkan jaringan pada suatu lokasi
dengan jaringan pada lokasi yang lain.
·
Membagi suatu jaringan berukuran besar
menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan muda untuk dikelola.
·
Memungkinkan jaringan dihubungkan ke
internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja.
·
Mencari jalan terefisien untuk
mengirimkan data ke tujuan.
·
Melindungi jaringan dari pemakai-pemakai
yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data-data yang
tidak berhak untuk diakses.
Gambar.
Fungsi router
5.2 Bridge
Bridge adalah jenis perangkat yang
diperlukan jika dua buah jaringan bertipe sama (ataupun bertopologi berbeda)
tetapi dikehendaki agar lalu lintas lokal masing-masing jaringan tidak saling
mempengaruhi jaringan yang lainnya. Bridge memiliki sifat yang tidak mengubah
isi maupun bentuk frame yang diterimanya, disamping itu bridge memiliki buffer
yang cukup untuk menghadapi ketidaksesuaian kecepatan pengiriman dan penerimaan
data.
Gambar.
Fungsi Bridge pada jaringan
Adapun alasan menggunakan bridge
adalah sebagai berikut :
·
Keterbatasan jaringan, hal ini terkait
erat dengan jumlah maksimum stasiun, panjang maksimum segmen, dan bentang
jaringan
·
Kehandalan dan keamanan lalu lintas data,
bridge dapat menyaring lalu lintas data antar dua segmen jaringan
·
Semakin besar jaringan, performa atau
unjuk kerja semakin menurun
·
Bila dua sistem pada tempat yang
berjauhan disambungkan, penggunaan bridge dengan saluran komunikasi jarak
jauh jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan menghubungkan langsung dua
sistem tersebut
5.3
Repeater
Repeater adalah piranti yang
berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal atau isyarat yang
melewatinya, Dua sub jaringan yang dilewatkan pada repeater memiliki protokol
yang sama untuk semua lapisan. Repeater juga berfungsi untuk memperbesar
batasan panjang satu segmen. Sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang
jangkauan jaringan.
Gambar. Fungsi Repeater
**** semoga bermanfaat****
















