KLASIFIKASI SISTEM INFORMASI PENGEMBANGANNYA
Nah,sekarang
teman-teman kali ini saya akan berbagi ilmu tentang klasifikasi sistem
informasi !!!!, sekarang saya akan membahasnya....
Klasifikasi sistem informasi adalah
suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan satu komponen lainnya, karena
tujuan dari sistem tersebut memiliki akhir tujuan yang berbeda untuk setiap
perkara atau kasus yang terjadi dalam setiap sistem tersebut. Sehingga sistem
tersebut dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sistem, diantaranya yaitu:
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
- Sistem Abstrak (Abstract System)
merupakan sistem yang berupa suatu konsep atau gagasan, atau sistem yang berupa
suatu ide-ide atau suatu pemikiran yang bersifat non fisik yaitu tidak terlihat
secara fisik. Contohnya seperti Teologi yaitu suatu ilmu tentang ketuhanan atau
suatu gagasan maupun suatu pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhannya.
- Sistem Fisik (Physical System)
merupakan sistem yang terlihat secara fisik contohnya seperti sistem akuntansi,
sistem transportasi, sistem komputer, sistem produksi, dan lain-.lainnya
2. Sistem Deterministik dan Sistem
Probabilistik
- Sistem Deterministik (Deterministic
System) merupakan suatu sistem yang bergerak atau beroperasi dengan cara
yang dapat diperkirakan secara tepat, dan dapat mengetahui interaksi yang
terjadi pada setiap bagian-bagiannya. Contohnya yaitu sistem komputer.
- Sistem Probabilistik (Probabilistic
System) merupakan suatu sistem yang tidak dapat memperkirakan hasil
akhirnya atau kondisi masa depannya secara tepat karena memiliki unsur
probabilitas (kemungkinan atau tidak tentu). Contohnya seperti sistem
persediaan barang, sistem pemilihan presiden, dan lain sebagainya.
3. Sistem Terbuka dan Sistem
Tertutup
- Sistem terbuka (Open System)
merupakan sistem yang berhubungan dan mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar
untuk mendapatkan inputan dan melakukan proses sehingga menghasilkan keluaran.
Karena sistem ini merupakan sistem yang mendapatkan pengaruh dari lingkungan
luar atau merupakan sistem yang terbuka, maka sistem ini harus memiliki
pengendalian yang baik, sehingga secara relatif tertutup, karena sistem yang
tertutup akan secara otomatis akan terbuka untuk pengaruh yang positif saja.
Contohnya sistem keorganisasian.
- Sistem tertutup (Close System)
kebalikan dari sistem terbuka, yaitu sistem yang tidak behubungan dan tidak
mendapatkan pengaruh dari lingkungan luar, sehingga sistem ini tidak melakukan
pertukaran materi, energi, ataupun informasi, dan secara otomatis akan bekerja
tanpa adanya campur tangan dari lingkungan luar. Contohnya reaksi kimia dalam
sebuah tabung. Secara teoritis sistem tersebut ada, akan tetapi pada
kenyataanya sistem tersebut tidak sepenuhnya tertutup, yang ada hanyalah relatively close system (sistem yang relatif tertutup atau
tidak sepenuhnya tertutup).
4. Sistem Alamiah dan Sistem
Buatan
- Sistem Alamiah (Natural System)
merupakan sistem yang terjadi karena proses-proses alam tanpa adanya campur
tangan manusia, karena memang tidak ada campur tangan manusia dan merupakan
proses yang alamiah. Contohnya seperti rotasi perputaran bumi, sistem
tatasurya, dan lain sebagainya.
- Sistem Buatan (Human Made System)
merupakan sistem yang dirancang oleh manusia atau merupakan sistem yang proses
terjadinya melibatkan campur tangan manusia. Sistem ini juga melibatkan mesin,
sehingga sering kali disebut Human
Machine System. Contohnya
Sistem komputer.
5. Sistem Sederhana dan Sistem
Kompleks
Dilihat
dari tingkat kerumitannya sistem juga dapat dibagi menjadi sistem sederhana dan
sistem kompleks. Contoh dari sistem sederhana yaitu sistem yang ada pada
sepeda, sedangkan contoh dari sistem kompleks yaitu terjaddi pada otak manusia.
METODE
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengembangan sistem
informasi adalah Pengembangan sistem Informasi sering disebut sebagai proses
pengembangan sistem (system development).
Pengembangan sistem informasi
didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi bebrbasis
computer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan
(oppurtinities) yang timbul.
Sebenarnya
untuk menghasilkan sistem informasi tersebut terdiri dari :
a.
System
analisis : upaya mendapatkan gambaran bagaimana sistem bekerja dan
masalah-masalah apa saja yang ada pada sistem.
Contohnya : pada data yang kami
ambil dari sman 2 galing gambaran atau rencana kami untuk membuatkannya
aplikasi yang akan membantu dalam bidang adminstrasi , karena disana masih
menggunakan excel.padahal data di setiap sekolah pasti banyak.
b. System development adalah
langkah-langkah mengembangkan sistem informasi yang baru berdasarkan gambaran cara kerja sistem dan
permasalahan yang ada
METODOLOGI PENGEMBANGAN SYSTEM
Metodologi
pengembangan system adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan
persisi yanf mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices, dan
tool yg terautomatisi bagi para pengembang manager pproyekk dalam rangka
mengembangkan dan merawat sebagian besar atau keseluruhan sistem informasi atau
software >whitten, 2001
MENGAPA PERLU ADANYA PENGEMBANGAN
SYSTEM INFORMASI??
a. Menjamin
adanya konsistensi proses
b. Dapat
diterapkan dalam berbagai jenis proyek
c. Mengurangi
resiko kesalahan dan pengambilan jalan pintas
d. Menuntut
adanya dokumentasi yang konsisiten yang harus bermanfaat bagi personal baru
dalam tim proyek.
Pada prinsipnya metodologi dapat
dikembangkan sendiri, bisa juga menggunakan metodologi yang sudah teruji
penerapannya.
PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN SYSTEM
INFORMASI
Ada beberapa prinsip yang
mempengaruhi pengembanfgan system informasi, yaitu sebagai berikut :
a. Prinsip
1
Pemilik dan pengguna sistem harus
terlibat dalam pengembangan
Keterlibatan
pemilik pengguna sistem (system owner dan user) adlah keharusan yang mutlak
untuk keberhasilan pengembangan sistem.
Pengembangan
sistem bertanggung jawab harus menyediakan waktu yang cukup untuk partisipasi
pemilik dan pengguna sistem dan meminta persetujuannya untuk setiap langkah
analisis dan pengembangan sistem.
b. Prinisp
2
Gunakan pendekatan pemecahan
masalah
- Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem berbasis pendekartan bagaimana memecahkan masalah.
- Langkah-langkah klasik pemecahan masalah adalah sebagai berikut :
- Pelajari dan memahami masalah ( opportunity, atau directive) dan kontak saham.
- Definisikan criteria atau ukuran solusi yg sesuai
- Identifikasi alternative – alternative solusi dan pilih solusi terbaik
- Desain atau implementasikan solusi
- Observasi dan evaluasi dampak dari solusi dan sesuaikan solusi jika diperlukan
- Ada kecenderungan untuk melewati langka-langkah tersebut diatas atau melakukannya dengan kurang seksama
Akibat
yang terjadi kemungkinan adalah : memecahkan persoalan yang salah, kurang tepat
dalam memecahkan persoalan, mengambil solusi yang salah sama sekali.
c. Prinsip
3
Tentukan tahapan pengembanfgan
- Pentahapan akan membuat proses pengembangan yang menjadi aktivitas – aktivitas yang lebih kecil lebih mudah dikelola dan diselesaikan.
- Tahapan pembuatan sistem harus dilakukan dengan urutan top-to-bottom.
d. Prinsip
4
Tetapkan standard untuk
pengembangan dan dokumentasi yang konsisten.
- Standard pengembangan sistem umumnya menjelaskan tentang : aktivitas, tanggung jawab, petunjuk dan kebutuhan pendokumentasian, dan pemeriksaan kualitas.
- Kegagalan pengembangan sistem akibat tidak tersedianya standard pendokumentasian merupakan hal yang banyak dijumpai dalam proyek ini.
e. Prinsip
5
Justifikasi sistem sebagai
investasi
- Sistem informasi adalah sebuah investasi.
- Pada investasi harus ada yg diperhatikan.
F.
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
– Daur Hidup Pengembangan Sistem.
– Tahap investigasi sistem informasi.
– Tahap analisis sistem informasi.
– Tahap perancangan sistem informasi.
– Tahap pembuatan sistem informasi.
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
– Daur Hidup Pengembangan Sistem.
– Tahap investigasi sistem informasi.
– Tahap analisis sistem informasi.
– Tahap perancangan sistem informasi.
– Tahap pembuatan sistem informasi.
Daur
Hidup Pengembangan SistemMetode daur hidup ini terdiri dari beberapa
tahapan proses, yaitu: yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan,
penerapan, evaluasi, penggunaan dan pemeliharaan.
------------------------------------------
Tahap perencanaan sistem informasiPada tahap ini, tim pembuat sistem mencoba memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikannya secara rinci, kemudian membentuk tujuan pembuatan sistem dan mengidentifikasi kendala-kendalanya
Tahap ini menjadi sangat penting karena1. Permasalahan yang sebenarnya didefinisikan dan diidentifikasi secara rinci.
2. Pembangunan SI harus diarahkan pada peningkatan keunggulan kompetitf.
3. Perubahan aliran informasi akan terjadi secara besar-besaran didalam organisasi.
4. Implementasi teknologi komputer akan membawa dampak bagi tenaga kerja didalam organisasi.
------------------------------------------
Peran manajemen dalam proses perencanaan
------------------------------------------
Tahap perencanaan sistem informasiPada tahap ini, tim pembuat sistem mencoba memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikannya secara rinci, kemudian membentuk tujuan pembuatan sistem dan mengidentifikasi kendala-kendalanya
Tahap ini menjadi sangat penting karena1. Permasalahan yang sebenarnya didefinisikan dan diidentifikasi secara rinci.
2. Pembangunan SI harus diarahkan pada peningkatan keunggulan kompetitf.
3. Perubahan aliran informasi akan terjadi secara besar-besaran didalam organisasi.
4. Implementasi teknologi komputer akan membawa dampak bagi tenaga kerja didalam organisasi.
------------------------------------------
Peran manajemen dalam proses perencanaan
1. Memberi umpan balik dan
membangun kerjasama antarindividu dan siapa saja yang terlibat baik langsung
maupun tidak.
2. Manajer bertanggung jawab untuk membuat kesanggupan guna menyusun perencanaan SI berbasis komputer, dan jika saat tiba, maka para pengelola harus siap untuk mendukung implementasi rencana tersebut.
------------------------------------------
Tahap analisis sistem informasiPada tahap ini tim pembuat sistem akan menganalisis permasalahan lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan
Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan1. Kelayakan teknis
2. Pengembalian Teknis
3. Pengembalian Non-ekonomis
4. Hukum dan Etika
5. Operasional
6. Jadwal
------------------------------------------
Faktor-faktor pemodelan SI1. Kelayakan organisasi
2. Memilih kelompok bisnis
3. Melihat kemingkinan-kemungkinan
4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik
5. Lingkungan operasional sistem
6. Sistem harga
Tahap perancangan sistem informasi Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain:
A. Kebutuhan perusahaan.
B. Kebutuhan operator.
C. Kebutuhan pemakai.
D. Kebutuhan teknis.
Tahap penerapan sistem informasi Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun agar dapat diwujudkan. Proses implementasi untuk prosedur dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer
Realisasi sistem pada tahap penerapan ini ditempuh dengan beberapa metode, antara lain:
1. Paket Aplikasi
2. Pengembangan oleh staf sendiri
3. Pengembangan yang dilakukan dengan kerjasama yang dilakukan dari pihak luar
Tahap evaluasi Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain:
a.Mengecek alur sistem secara keseluruhan
b.Melakukan penelusuran pada sampel data
c.pengecekan
------------------------------------------
Tahap penggunaan dan pemeliharaan Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.
2. Manajer bertanggung jawab untuk membuat kesanggupan guna menyusun perencanaan SI berbasis komputer, dan jika saat tiba, maka para pengelola harus siap untuk mendukung implementasi rencana tersebut.
------------------------------------------
Tahap analisis sistem informasiPada tahap ini tim pembuat sistem akan menganalisis permasalahan lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan
Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan1. Kelayakan teknis
2. Pengembalian Teknis
3. Pengembalian Non-ekonomis
4. Hukum dan Etika
5. Operasional
6. Jadwal
------------------------------------------
Faktor-faktor pemodelan SI1. Kelayakan organisasi
2. Memilih kelompok bisnis
3. Melihat kemingkinan-kemungkinan
4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik
5. Lingkungan operasional sistem
6. Sistem harga
Tahap perancangan sistem informasi Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain:
A. Kebutuhan perusahaan.
B. Kebutuhan operator.
C. Kebutuhan pemakai.
D. Kebutuhan teknis.
Tahap penerapan sistem informasi Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun agar dapat diwujudkan. Proses implementasi untuk prosedur dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer
Realisasi sistem pada tahap penerapan ini ditempuh dengan beberapa metode, antara lain:
1. Paket Aplikasi
2. Pengembangan oleh staf sendiri
3. Pengembangan yang dilakukan dengan kerjasama yang dilakukan dari pihak luar
Tahap evaluasi Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain:
a.Mengecek alur sistem secara keseluruhan
b.Melakukan penelusuran pada sampel data
c.pengecekan
------------------------------------------
Tahap penggunaan dan pemeliharaan Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.
Pemeliharaan
sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, memback-up dan
scanning virus. Sementara itu pemeliharaan juga termasuk melakukan
penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemutakhiran sistem.
Dan Pengembangan Sistem Informasi (SDLC) dibagi menjadi :
A. Proses Perencanaan Sistem
Dan Pengembangan Sistem Informasi (SDLC) dibagi menjadi :
A. Proses Perencanaan Sistem
1. Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf
perencana
• Mengkaji tujuan perencanaan strategi dan taktik perusahaanapakah bertujuan ke laba atau ke pelayanan masyarakat (pengabdian)
• Mengidentifikasi proyek-proyek sistemIdentifikasi dapat berupa sistem informasi untuk: pengendalian penjualandan pemasaran, pengendalian distribusi, pengendalian persediaan,pengendalian keuangan
• Menetapkan sasaran proyek sistem
Sasaran proyek harus sama dengan sasaran perusahaan, usahakan sasarandapat dinilai secara numerik. Misalkan Proyek sisstem infomasiPengendalian Penjualan dan Pemarasan mempunyai sasaran yaitu : pangsapasar meningkat sampai 25 % dalam 1 tahun, mengurangi piutang taktertagih sebanyak 20%
.• Menetapkan kendala proyek sistemSering yang menjadi kendala dalam proyek sistem adalah: batasan dana,batasan waktu, umur ekonomis proyek, batasan peraturan yang berlaku,batasan organisasi yang tidak boleh diubah.
• Menentukan prioritas proyek sistemBila proyek sistem mempunyai banyak modul, maka ada modul yangdidahulukan atau di priotitaskan. Kriteria prioritas nasional dapat berupa:mendapat manfaat dari penghematan, kemudahan pemakaian sistem,kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi yang tidak dapat ditolelirlagi. Kriteria tidak rasional dapat juga diterapkan misalkan: minat dandaya tarik bagi manajemen yang berkuasa, kebanggaan yang ditonjolkan.
• Membuat laporan perencanaan sistem.Laporan Perencanaan sistem adalah tertulis
• Meminta persetujuan manajemenDirektur utama akan menentukan apakah perencanaan sistem ini disetujui atau tidak.
2. Menentukan proyek sistem yang akan dikembangkan, dilakukan oleh komitepengarah
• Menunjuk team analisProyek pengembangan sistem biasanya dilakukan oleh suatu team analis.Personil dapat terdiri dari Departemen Pengembangan Sistem sendiri yangada dalam perusahaan (bila mempunyainya), ditambah dengan manajermanajeryang terlibat dalam proyek sistem. Bila team pengembangansistem akan diambil dari luar perusahaan, maka konsultan pengembangansistem dapat ditunjuk secara langsung atau lewat pelelangan.
• Mengkaji tujuan perencanaan strategi dan taktik perusahaanapakah bertujuan ke laba atau ke pelayanan masyarakat (pengabdian)
• Mengidentifikasi proyek-proyek sistemIdentifikasi dapat berupa sistem informasi untuk: pengendalian penjualandan pemasaran, pengendalian distribusi, pengendalian persediaan,pengendalian keuangan
• Menetapkan sasaran proyek sistem
Sasaran proyek harus sama dengan sasaran perusahaan, usahakan sasarandapat dinilai secara numerik. Misalkan Proyek sisstem infomasiPengendalian Penjualan dan Pemarasan mempunyai sasaran yaitu : pangsapasar meningkat sampai 25 % dalam 1 tahun, mengurangi piutang taktertagih sebanyak 20%
.• Menetapkan kendala proyek sistemSering yang menjadi kendala dalam proyek sistem adalah: batasan dana,batasan waktu, umur ekonomis proyek, batasan peraturan yang berlaku,batasan organisasi yang tidak boleh diubah.
• Menentukan prioritas proyek sistemBila proyek sistem mempunyai banyak modul, maka ada modul yangdidahulukan atau di priotitaskan. Kriteria prioritas nasional dapat berupa:mendapat manfaat dari penghematan, kemudahan pemakaian sistem,kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi yang tidak dapat ditolelirlagi. Kriteria tidak rasional dapat juga diterapkan misalkan: minat dandaya tarik bagi manajemen yang berkuasa, kebanggaan yang ditonjolkan.
• Membuat laporan perencanaan sistem.Laporan Perencanaan sistem adalah tertulis
• Meminta persetujuan manajemenDirektur utama akan menentukan apakah perencanaan sistem ini disetujui atau tidak.
2. Menentukan proyek sistem yang akan dikembangkan, dilakukan oleh komitepengarah
• Menunjuk team analisProyek pengembangan sistem biasanya dilakukan oleh suatu team analis.Personil dapat terdiri dari Departemen Pengembangan Sistem sendiri yangada dalam perusahaan (bila mempunyainya), ditambah dengan manajermanajeryang terlibat dalam proyek sistem. Bila team pengembangansistem akan diambil dari luar perusahaan, maka konsultan pengembangansistem dapat ditunjuk secara langsung atau lewat pelelangan.
• Mengumumkan proyek pengembangan sistemProyek sistem
in£ormasi sangat perlu diumumkan secara terbuka, agarsemua pihak mengerti apa
yang diharapkan dari sistem yang baru.Penjelasan tentang mengapa perubahan
harus dilakukan dan bagaimanaperubahan ini akan mempengaruhi para pekerja dan
manajer secaramenguntungkan. Bila penjelasan tersehut masuk akal, maka banyak
orangyang akan menerima sekaligus menumbuhkan motivasi untuk membantukelancaran
proyek sistem ini.
3. Menentukan proyek sistem yang dikembangkan oleh analis sistem
• Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek
• Melakukan studi kelayakanStudi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menentukankemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan ataudihentikan. Lama suatu studi kelayakan tergantung besarnya proyeksistem, dapat hanya per telpon, beberapa hari, beberapa bulan. Demikianpula biaya studi kelayakan dapat berkisar antara 5% sampai 10% dari nilaiproyek total
• Menilai Kelayakan Proyek Sistem:o Kelayakan Teknis (technical feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Apakah teknologi ini nantinya dapat diterapkandi sistem?a. Ketersediaan teknologi di pasaran.b. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikannyao Kelayakan Operasional (Operational Feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Dapatkah sistem, nantinya diterapkan di dalamorganisasi ?a. Kemampuan dari personilb. Kemampuan dari operasi sistem untuk menghasilkan informasic. Kemampuan pengendalian dari operasi sistemd. Efisiensi dari sistem.
3. Menentukan proyek sistem yang dikembangkan oleh analis sistem
• Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek
• Melakukan studi kelayakanStudi kelayakan adalah studi yang akan digunakan untuk menentukankemungkinan apakah pengembangan proyek sistem layak diteruskan ataudihentikan. Lama suatu studi kelayakan tergantung besarnya proyeksistem, dapat hanya per telpon, beberapa hari, beberapa bulan. Demikianpula biaya studi kelayakan dapat berkisar antara 5% sampai 10% dari nilaiproyek total
• Menilai Kelayakan Proyek Sistem:o Kelayakan Teknis (technical feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Apakah teknologi ini nantinya dapat diterapkandi sistem?a. Ketersediaan teknologi di pasaran.b. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikannyao Kelayakan Operasional (Operational Feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Dapatkah sistem, nantinya diterapkan di dalamorganisasi ?a. Kemampuan dari personilb. Kemampuan dari operasi sistem untuk menghasilkan informasic. Kemampuan pengendalian dari operasi sistemd. Efisiensi dari sistem.
“BUATLAH HIDUP KITA DENGAN PENUH HARAPAN
DAN MEMBERI MANFAAT BUAT ORANG LAIN”
~~~~SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT~~~~





